Journal: Impian bukan untuk ditemukan tapi ditentukan

flower

(Picture from: thediiyfarmer.club)

Mungkin di luar sana banyak orang yang seperti saya memiliki sesuatu yang harus dicari, sesuatu yang harus ditemukan, impian.

Impian atau tujuan hidup adalah sesuatu yang menjadi krusial bagi kaum muda seperti saya, anak-anak yang mulai beranjak berumur awal 20 tahunan, seperti memulai untuk menentukan karir apa yang akan dicapai atau apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau bekerja, oh ya bekerja di mana ya?, dan lain-lain. Kemudian saya memulai untuk explore dan mencari tahu apa yang saya inginkan sebenarnya, apa tujuan hidup saya, dalam bidang apa saya harus berkontribusi, dan lain-lain. Setelah hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan ketika beberapa hari yang lalu saya menulis jurnal tentang dalam hal apa saya harus berkontribusi untuk dunia well yeah saya terus berpikir tentang hal-hal semacam itu, setiap waktu dalam hidup saya mungkin saya gunakan untuk mencari hal-hal yang semacam itu, impian, tujuan hidup. Walaupun saya tahu tujuan hidup manusia adalah untuk berbuat kebaikan dan beribadah kepada Tuhan, tapi seperti ada hal yang lebih spesifik yang harus saya tahu.

Setelah berpikir cukup panjang dan melelahkan juga ternyata. Hingga akhirnya kemarin saya merasa sangat sangat terkoneksi dengan sebuah karya seni dan ini benar-benar menarik hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya well saya merasa terkoneksi dengan lagu Tell Me What to Do yang dibawakan oleh SHINee saya sebenarnya “gak ngerti juga mereka ngomong apa di lagu itu” dan saya bukan penggemar fanatik mereka sebenarnya hanya karya-karya terbaru mereka membuat saya ‘feeling something’ but I can’t describe that feeling, it is something like magical thing, ugh I don’t know. Sambil mendengarkan lagu tersebut saya berimajinasi dan saya pikir bagus juga kalau imajinasi ini direalisasikan dan akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan ‘imajinasi itu’ sebagai misi dalam hidup saya meski pun saya awalnya agak ragu apakah ini hal baik, apakah ini bisa direalisasikan, apakah ini cocok untuk saya, apakah ini hal yang saya suka, dan lain lain, tapi akhirnya apa pun yang terjadi seburuk apa pun hasil yang akan saya dapat saya putuskan untuk membuat hidup saya selanjutnya berada di jalan menuju ‘merealisasikan imajinasi saya itu’.

Dari sini saya berpikir bahwa sebenarnya yang perlu saya lakukan adalah bukan temukan mimpi atau temukan tujuan hidup tapi saya harus menentukan sendiri apa yang akan menjadi mimpi saya, misi hidup saya. Jika saya terus mencari dan berusaha menemukan tujuan hidup atau mencari hal yang saya suka yang akan saya kerjakan dalam hidup bisa jadi saya tidak begitu beruntung sehingga berakhir dengan tidak pernah menemukannya dan tua. Jadi saya pikir yang perlu dilakukan sebenarnya adalah memilih dan menentukan tujuan hidup walaupun mungkin tujuan hidup yang akan saya pilih tidak begitu cocok dengan kepribadian saya tapi it’s ok karena saya adalah manusia makhluk hidup yang memiliki tingkat beradapatasi yang tinggi. Saya pikir saya bisa memanfaatkan potensi ini termasuk untuk merealisasikan ide dan imajinasi.

Tujuan hidup bukan untuk dicari atau ditemukan tapi untuk dipilih dan ditentukan.

Oh yah saya pikir Peter Drucker benar, “The best way to predict the future is to create it” -Peter Drucker

masa depan harus diciptakan bukan ditemukan.

Terima Kasih

If you like this post or maybe you feel like this post is a bit helpful for people please share this one. Thank you. I love you all.

Siska Alifia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: